Publikasi Alam Lestari

GARUDA, Mitos dan Faktanya di Indonesia. | Hacked By King-Devil404

Jenis media publikasi:
Buku

Tahun dipublikasikan : 01 February 2012

Deskripsi : Hacked By King-Devil404 | AHGAE Team Garuda, hampir seluruh warga negara Indonesia mengenalnya sebagai Lambang resmi Negara Indonesia yang berisikan prinsip negara, Pancasila, dan motonya Bhinneka Tunggal Ika. Garuda adalah seekor burung mitologis yang perkasa yang diambil dari cerita kesustraan dalam buku Adiparwa pada awal abad ke-10. Kisah Garuda adalah sebuah pelajaran. Mengisahkan pada kita tentang moksa mengenai pembebasan sejati. Perjalanan Garuda di Indonesia mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan masa, kemudian Garuda mencapai puncaknya ketika dijadikan simbol resmi negara Indonesia pada tahun 1950. Kemudian melalui Keputusan Presiden No 4 Tahun 1993, Elang Jawa ditetapkan sebagai simbol satwa nasional karena kemiripannya dengan Garuda, lambang Negara Indonesia. Walaupun Elang Jawa Spizaetus bartelsi telah dideklarasikan sebagai satwa nasional, jenis burung ini masih mendapatkan perlakuan yang tidak diharapkan dari penetapan statusnya. Kenyataannya ancaman langsung berupa penangkapan untuk perdagangan masih terus berlangsung. Upaya penelitian dan pelestarian jenis ini telah dan sedang dilakukan oleh para peneliti dan pemerhati burung pemangsa di Indonesia, bahkan dengan dukungan dari berbagai pihak luar negeri yang peduli akan keberadaan jenis ini. Semoga buku ini memberikan gambaran dan inspirasi kepada kita akan nilai penting keberadaan Elang Jawa sebagai Simbol Negara untuk generasi mendatang, sehingga semangat dan spirit Garuda masih dapat dipertahankan. Bandung, 2012

Cukup! Sebuah potret masyarakat Simpang pada Pengelolaan Hutan.

Jenis media publikasi:
Buku

Tahun dipublikasikan : 11 October 2004

Deskripsi : Bekerja dengan masyarakat, banyak hal harus dilihat sebagai pelajaran untuk belajar, bukan dari orang lain, tapi dari masyarakat itu sendiri. Kami percaya bahwa masyarakat terutama di desa-desa yang cerdas dan menginspirasi kita dalam membangun ide-ide baru dan tindakan yang tidak terpikirkan sebelumnya kepada kami. Tetapi bahkan dengan semua keunggulan ini, mereka merasa tidak perlu untuk berbicara. Adalah sombong jika kita mengatakan bahwa tidak ada atau sangat sedikit kontribusi dari masyarakat bagi keberhasilan program. Demikian pula sombong adalah untuk mengklaim keberhasilan penelitian lapangan adalah semata-mata hasil karya yang sangat baik dari fasilitator, konsultan dan lembaga atau LSM. Melalui buku 'Potret Masyarakat Simpang', kami mengundang pembaca untuk mengamati penuh perhatian respon masyarakat, ekspresi, dan sikap yang kita direkam selama kerja lapangan kami di lima desa di dalam dan di sekitar Gunung Simpang Nature Reserve, Jawa Barat, Indonesia. Buku ini dipersembahkan kepada masyarakat Gunung Simpang dan berjudul 'Cukup!' Ini berarti untuk menggambarkan bagaimana masyarakat kehabisan kesabaran mereka dalam bersaksi tidak serius upaya untuk menghentikan perusakan hutan. Meskipun berbagai upaya dilakukan oleh banyak pihak, gagal dan masyarakat berpikir itu adalah giliran mereka untuk melakukannya dengan cara mereka dengan kebijaksanaan mereka sendiri. Mereka membuatnya. Meskipun kita tidak dapat mengetahui seluruh proses, tapi kami berharap buku ini bermanfaat dan membawa pelajaran untuk belajar dan menginspirasi mereka yang bekerja dengan masyarakat. Bandung, Oktober 2004

Penilaian Sepintas Keragaman Fauna di Pegunungan Dieng

Jenis media publikasi:
Laporan

Tahun dipublikasikan : 02 January 2001

Deskripsi : Kawasan Pegunungan Dieng di Propinsi Jawa Tengah menopang suatu ekosistem yang unik. Jawa Tengah adalah salah satu propinsi dengan populasi manusia terpadat serta kehancuran hutannya yang paling parah di Indonesia dengan hanya menyisakan 2,47% di seluruh propinsi (Whitten 1996). Hingga kini belum terbentuk suatu kawasan teresterial yang luas sebagai cagar alam di propinsi ini dan ketidakberadaannya menciptakan suatu jurang pemisah dalam Jaringan Kawasan Pelestarian di Jawa (Nijman & Sözer, 1996). Hutan alam di pegunungan mencakup 255 km , dan merupakan kawasan hutan tersisa yang paling luas di propinsi ini. Berkat luasnya, lokasi dan nilai hayati yang tinggi, Pegunungan Dieng memiliki arti secara internasional bagi pelestarian keanekaragaman hayati dunia. Hutannya masih dalam kondisi yang relatif baik dan mencakup dataran rendah sampai dataran tinggi dengan kemiringan 300 hingga 2.565 m d.p.l. Di sana terdapat banyak spesies endemik untuk Jawa dan sejumlah mammalia endemik yang terancam punah. Pelestarian hutan di Pegunungan Dieng sangat penting karena mewakili salah satu hutan dataran rendah yang tersisa di Jawa. Bila inipun punah, kehidupan banyak satwa dan spesies tumbuhan akan ada dalam bahaya. Tumbuhan hutan adalah penting untuk mencegah banjir Lumpur di kawasan dataran yang padat penduduk. Pelestarian hutan dapat mencegah erosi dan menstabilisasikan iklim setempat. Dari sudut konservasi, Pegunungan Dieng merupakan tempat suaka bagi sejumlah besar fauna endemik di Jawa Tengah, termasuk mammalia seperti Owa Jawa ( ) dan Suili ( ). Populasi besar kedua spesies ini diketemuakan di Pegunungan Dieng tetapi daerah ini tidak dicantumkan dalam laporan PHVA (Supriatna ., 1994). Populasi penting dari burung Elang Jawa (), serta sejumlah besar burung di hutan dataran rendah sedang terancam kepunahan. Melihat sedikitnya sisa hutan dataran rendah di Jawa, hampir semua burung hutan terancam kepunahan tanpa perkecualian.

Copyright © 2012 Yayasan Pribumi Alam Lestari