Laporan Program Alam Pribumi

18 July 2006

Profil Masyarakat Pegunungan Simpang



Mitra Kerjasama : 
Sponsor Program : 

Ringkasan :
Masyarakat dampingan YPAL secara adminitratif meliputi Desa Mekarjaya, Desa Puncakbaru, Desa Cibuluh, Desa Neglasari, Desa Gelar Pawitan, semuanya berada di wilayah Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Lokasi kelima desa tersebut berada di sisi Timur dan Selatan Kawasan Hutan Pegunungan Simpang. Jumlah jiwa di lima desa mencapai 15.000 (lima belas ribu) jiwa, sekitar 90% mata pencaharian penduduk adalah bertani. Akses jalan lintas desa untuk kendaraan roda empat off-road, transport yang utama adalah ojek. Sarana lain seperti suplai aliran listrik PLN belum pernah dinikmatinya kecuali pembangkit listrik kincir air sederhana yang kapasitas listriknya hanya cukup untuk alat penerangan saja. Sarana pendidikan: rata-rata 2 bangunan SD untuk setiap desa, hanya ada satu SLTP kelas jauh untuk lima desa. Satu sarana puskesmas untuk lima desa, tidak ada dokter, ada dua mantri keliling untuk lima desa.

Detail...
13 December 2004

PROSIDING LOKA KARYA CIDAUN



Mitra Kerjasama : 
Sponsor Program : 

Ringkasan :
Desa menjadi salah satu media strategis untuk mengawali sebuah upaya memperbaiki kerusakan hutan, karena saat era otonomi daerah, desa menempati posisi paling diuntungkan. Hanya saja kondisi kelembagaan desa saat ini mengalami kehancuran yang dimulai jauh sejak jaman kolonialisme, dimana penjajah melakukan perubahan kelembagaan desa yang tadinya mandiri dan mampu menyelesaikan masalah desanya sendiri, menjadi perpanjangan alat kekuasaan sekaligus pekerja mereka. Menguntungkan sekali pola pikir pemerintah mengalami perubahan dengan keluarnya UU No. 22 tahun 1999 yang memberikan kesempatan otonomi kepada desa. Dalam menjalankan tugasnya, pemerintahan desa harus membuat peraturan desa bekerja sama dengan Badan Perwakilan Desa (BPD). Pemerintah Kabupaten dan/atau pihak ketiga yang merencanakan pembangunan wilayah wajib mengikut sertakan Pemerintah Desa dan BPD dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. Masyarakat di lima desa sekitar CAGS tengah meniti upaya memperbaiki kelembagaan desanya, terutama dalam pengelolaan sumber daya desa termasuk hutan. Mereka telah membuat peraturan desa mengenai pelestarian hutan sesuai dengan yang mereka butuhkan. Di setiap desa telah terbentuk Raksabumi yaitu satuan tugas masyarakat desa untuk menjadi pelopor dalam menjalankan peraturan desa. Masyarakat telah berhasil menghentikan 61 chainsaw yang selama ini menjadi alat perusak hutan dan mengajak puluhan perambah untuk menghentikan kegiatannya di dalam hutan. Saat ini hutan di sekitar desa mereka dapat dikatakan aman yang mungkin akan memakan waktu lama jika dikerjakan sendiri oleh instansi pemerintah yang mengurusi hutan cagar alam.

Detail...
04 December 2004

Profile YPAL



Mitra Kerjasama : 
Sponsor Program : 

Ringkasan :
YPAL adalah organisasi non pemerintah (ORNOP) bersifat nir-laba yang bergerak di bidang pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. YPAL berdiri pada tanggal 21 April 1994, dengan tujuan utama untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui konservasi hidupan liar yang adil dan berkelanjutan. Arahan program strategis YPAL adalah dari kegiatan penelitian ke perbaikan kebijakan pengelolaan, dan juga meningkatkan kesadaran dan peningkatan kapasitas sampai memunculkan aksi-aksi kolektif untuk upaya pengelolaan sumber daya alam. Dari kegiatan penelitian menuju perbaikan kebijakan pengelolaan; Penelitian species endemic-endangered menghasilkan Species Recopery Plan sebagai rekomendasi untuk perbaikan kebijakan pengelolaan dan kajian status populasi sebagai rekomendasi untuk IUCN Red Data Book. Di samping itu, melalui penelitian juga diiringi dengan penyadartahuan untuk penguatan kapasitas dan kelembagaan di tingkat masyarakat. Proses yang dibangun untuk penguatan masyarakat tidak berhenti hanya sampai penyadartahuan, namun lebih lanjut mendorong terjadinya aksi-aksi kolektif untuk upaya konservasi, sebagai contoh terbentuknya beberapa kelompok pelestarian satwa, seperti BICONS (Bird Conservation Society), KKPEJ (Kelompok Kerja Penelitian Elang Jawa), RAIN (Raptor Indonesia), JTFG (Javan Tiger Focus Group), dan NaturLikE (Naturalis ciLik berEtika). Dalam perjalanan organisasi, YPAL terus menerus mengembangkan jaringan kerja dan dukungan pendanaan untuk memperkuat pencapaian misi organisasi. Berikut ini beberapa jalinan kerjasama yang ada baik nasional maupun internasional yaitu: anggota dari ARRCN (Asian Raptor Research and Conservation Networking); Pro-Natura Jepang memberikan dukungan pendanaan untuk penelitian burung pemangsa (Raptor) di Indonesia; Kerjasama penelitian dengan LIPI untuk Betet dan melaksanakan worshop untuk Rencana Pemulihan Jenis (Species Recovery Plan) untuk Gelatik Jawa dan Jalak Putih; YPAL mendapatkan penghargaan dari BPCP (Beyond Petroleum Conservation Program) untuk konservasi Elang Jawa; Kerjasama dengan Gunzo-sha untuk pembuatan film dokumentasi Elang Jawa, selanjutnya ditayangkan oleh NHK (TV Nasional Jepang); Kerjasama dengan Metro TV untuk segmen acara ekspedisi Suara Parau Elang Jawa; Dukungan pendanaan dari NC-IUCN for TRP (Tropical Rainforest Program) dalam Pengelolaan terpadu Cagar Alam Gunung Simpang; Kerjasama dengan FFI (Fauna Flora International)

Detail...
15 November 2004

Laporan Teknis Gunung Simpang 2002 - 2004



Mitra Kerjasama :  CRP/ACE, NC-IUCN.
Sponsor Program :  IUCN

Ringkasan :
Desentralisasi pengelolaan hutan terbukti efektif dilakukan di tingkat desa dalam pengelolaan hutan berkelanjutan yang terintegrasi di CA Gn Simpang. Kondisi tersebut dicapai dengan membangun partisipasi dan kemandirian masyarakat melalui penguatan fungsi kelembagaan desa untuk mewadahi kegiatan masyarakat dalam pengelolaan hutan. Desa didorong untuk membentuk kerangka kerja tata kelola hutan yang dituangkan dalam peraturan desa termasuk implementasinya. Menguatnya kemandirian masyarakat menjadi tekanan politis yang efektif menuju good forestry governance. Sebagai gambaran dari pelaksanaan desentralisasi pengelolaan hutan adalah masyarakat mampu menghentikan beroperasinya 61 chainsaw dalam illegal logging, menghentikan perambahan hutan, perlindungan mata air dan mengurangi perburuan satwa. Hutan alam di sekitar desa dapat dikatakan aman dan kondisi serta fungsi ekologis hutan mulai pulih kembali. Untuk memperkuat desentralisasi pengelolaan hutan, dilakukan upaya membangun kebijakan lokal dalam penataan sumberdaya dan aplikasi pemetaan partisipatif menjadi ujung tombak. Hasil pemetaan partisipatif memberi dampak yang luas, diantaranya adalah upaya penyelamatan lahan komunal, mereduksi konflik lahan di internal desa, dan membangun sinergi antar desa tetangga dalam pengelolaan tata ruang dan pertukaran pengetahuan. Peningkatan ekonomi lokal adalah bagian dari penguatan kemandirian masyarakat dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pembuatan model percontohan. Telah dibuat model pertanian padi organic, budidaya lebah madu yang memperlihatkan kecenderungan membaik dalam hasil dan respon masyarakat. Beberapa upaya lain seperti peningkatan gula aren melalui introduksi uji coba alternative pembakaran dengan briket batu bara dan tungku hemat energi belum bisa berkembang baik, karena belum adanya kesesuaian dengan daya dukung sumber daya, ekonomi, material dan kultur masyarakat serta tidak seimbangnya antara hasil produksi dan biaya prosesnya.

Detail...
04 October 2004

Enough! A portrait of Simpang community on Forest Management



Mitra Kerjasama : 
Sponsor Program : 

Ringkasan :
Bekerja dengan masyarakat, banyak hal harus dilihat sebagai pelajaran untuk belajar, bukan dari orang lain, tapi dari masyarakat itu sendiri. Kami percaya bahwa masyarakat terutama di desa yang cerdas dan inspirasi kita dalam membangun ide-ide baru dan tindakan yang tidak terpikirkan sebelumnya kepada kami. Tetapi bahkan dengan semua keunggulan ini, mereka merasa tidak perlu untuk berbicara. Adalah sombong jika kita mengatakan bahwa tidak ada atau sangat sedikit kontribusi dari masyarakat bagi keberhasilan program. Demikian pula sombong adalah untuk mengklaim keberhasilan penelitian lapangan adalah semata-mata hasil karya yang sangat baik dari fasilitator, konsultan dan lembaga atau LSM. Melalui buku 'Potret Masyarakat Simpang', kami mengundang pembaca untuk mengamati penuh perhatian respon masyarakat, ekspresi, dan sikap yang kita direkam selama kerja lapangan kami di lima desa di dalam dan di sekitar Gunung Simpang Nature Reserve, Jawa Barat, Indonesia.

Detail...
14 July 2004

Ethical Commitment of Community Initiatives (E-commit)



Mitra Kerjasama : 
Sponsor Program : 

Ringkasan :
Ethical Commitment of Community Initiatives (E-commit) adalah program yang dikembangkan YPAL untuk menguatkan pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat yang berlandaskan pada nilai-nilai etika dan moral Komitmen yang dibangun dari nilai-nilai etika dan oral masyarakat, kemudian kembali diinternalisasikan dalam kehidupan omunal untuk mendorong munculnya gerakan sosial dalam pengelolaan sumber daya alam. Tujuan umum dari pogram ini adalah mendorong tegaknya sistem pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui kemandirian peranan kelembagaan masyarakat lokal (kelembagaan desa). Poin penting dari pelaksanaan E-commit Program adalah membuat kontrak sosial yang merupakan investasi untuk membangun dan mengembangkan institusi dan pengetahuan/ kearifan masyarakat lokal sebagai tonggak terciptanya gerakan sosial. Banyak lembaga yang enggan atau menghindari untuk melakukan investasi sosial karena memerlukan biaya yang tinggi dan membutuhkan waktu. Padahal, pengalaman lapangan menunjukkan bahwa membangun investasi sosial untuk menguatkan kelembagaan masyarakat menjadi landasan yang dapat diandalkan dalam pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan.

Detail...

Copyright © 2012 Yayasan Pribumi Alam Lestari