Berita Alam Lestari


 Akhirnya Cheela Bebas

Wed, 20 June 2012   Sumber berita

 Taman Satwa Yogyakarta - Setelah sekian waktu lamanya direhabilitasi, seekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela) akhirnya dapat mengepakkan sayap di langit lepas.

Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) bekerjasama dengan Raptor Indonesia (RAIN) dan Balai Konservasi Alam (BKSDA) Yogyakarta telah berhasil melakukan pelepasliaran seekor Elang Ular Bido berjenis kelamin betina yang berusia sekitar 7 tahun di kawasan Suaka Margasatwa Sermo, Sabtu (31/3/2012).



Elang Bido tersebut sebelumnya telah direhabilitasi di Suaka Elang, Bogor – Jawa Barat selama kurang lebih 2 tahun, sebelum akhirnya dititipkan ke Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta.

Direktur Raptor Indonesia, Zaini Rahman mengatakan bahwa dipilihnya lokasi pelepasliaran elang Bido di kawasan Suaka Margasatwa Sermo adalah karena kondisinya sesuai dengan habitat elang Ular Bido. “ Jadi pemilihan lokasi di Sermo ini bukan karena sesuai dengan habitat hidup Elang Ular Bido. Di sini pakan alaminya berupa kadal dan ular masih banyak tersedia”, kata Zaini.

Sementara itu dokter hewan Taman Satwa Yogyakarta , Dian Tresno Wikanti mengatakan bahwa lama elang di kandang habituasi untuk adaptasi dengan calon lingkungan barunya telah dilakukan selama 3 minggu. “ Elang ini sudah kami tempatkan di kandang habituasi sejak tanggal 10 Maret lalu. Selama di kandang habituasi, elang kami fasilitasi untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Selain itu kami, tim gabungan dari RAIN Jogja dan YKAY juga terus memantau perilaku, adaptasi si elang selama di kandang habituasi”, kata Dian.

Sementara itu Ketua Harian YKAY, Tarko Sudiarno usai pelepasliaran elang mengatakan bahwa dengan dilepasliarkannya elang ke alam tugas belum selesai. Masih ada serangkaian monitoring yang mesti dilakukan. “ Hari ini kami bersama teman-teman RAIN dan juga BKSDA Jogja berhasil melepasliarkan seekor elang Bido. Tugas kami belum selesai, karena monitoring untuk memastikan elang ini dapat mencari territory, berburu dan juga keamanannya mesti kita pantau terus. Karena proses monitoring pasca release ini adalah sangat penting dalam proses pelepasliaran”, tandas Tarko.

Proses pelepasliaran Elang Ular Bido juga disaksikan oleh sejumlah siswa sekolah dasar dan masyarakat yang tinggal di kawasan Suaka Margasatwa Sermo. Unay Hanifah Khanza Azizi, murid kelas 5 SDN Sermo III mengatakan dirinya senang bisa melihat proses pelepasliaran elang bersama rekan-rekan perwakilan sekolah. “Tadi saya lihat pelepasliaran elang. Saya senang, semoga elangnya hidup bebas. Sebelumnya saya belum pernah lihat. Ternyata elangnya besar, warnanya coklat” ungkap Unay.

Pelepasliaran Elang Ular Bido di kawasan Dusun Klepu, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo ini dilakukan oleh Ir. Titi Sudaryanti MSc , Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Yogyakarta.

Selain pelepasliaran elang, dalam kesempatan tersebut juga dibagikan buku “Garuda, Mitos dan Faktanya di Indonesia” kepada sejumlah Sekolah Dasar yang ada dikawasan Sermo. Buku tersebut merupakan sumbangan dari Indonesia Power. Melalui buku yang merupakan tulisan dari Zaini Rahman, diharapkan para generasi muda, pelajar dapat sejak dini belajar mengenai salah satu satwa dilindungi di Indonesia, yaitu elang.(*)

(text:Rosa/edit: Heru CN)

Copyright © 2012 Yayasan Pribumi Alam Lestari