Aktivitas Terkini


 Status, Distribusi, Populasi, Ekologi dan Konservasi Elang Jawa Spizaetus bartelsi Stresemann, 1924. Di bagian selatan Jawa Barat


YPAL bekerjasama dengan :
HIMBIO Unpad

Tanggal kegiatan : 30 June 1999

Deskripsi kegiatan :
Elang Jawa Spizaetus bartelsi adalah spesies terancam pada kategori terancam punah, dan populasi saat ini adalah sangat sangat langka. Oleh karena itu, upaya konservasi sangat mendesak untuk dilakukan mengingat penurunan populasi. Data terbatas pada raptor paling terkenal di dunia masih menjadi kendala dalam upaya konservasi spesies ini. Kesadaran masyarakat yang rendah untuk mendukung upaya konservasi burung pada umumnya, dan Elang jawa konservasi khususnya, merupakan kelemahan penting.
Selama lima belas bulan (Maret 1998 - Juni 1999) Yayasan Pribumi Alam Lestari (YPAL) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa (HIMBIO) Universitas Padjadjaran telah melakukan penelitian proyek dari elang jawa di beberapa situs observasional di Selatan Jawa Barat. Tujuan program ini adalah untuk mengumpulkan dan melengkapi data bio-ekologis dari elang jawa dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk elang jawa konservasi. Program ini telah menghasilkan data tambahan pada distribusi dan populasi elang jawa di 15 catatan distribusi baru. Lokasi di mana elang jawa terdapat di sebagian besar ditemukan pada ketinggian antara 25-2.400 m dpl dengan populasi diperkirakan 59-75 pasang di semua daerah yang disurvei.


Hasil yang dicapai :
- Elang Jawa telah berhasil diidentifikasi di 22 lokasi dan 15 lokasi tersebut merupakan catatan distribusi baru;

- Spesies ini didistribusikan dari pantai sampai 2400 m dpl dengan catatan frekuensi yang paling di ketinggian antara 500-1000 m dpl;.

- Survei tercatat 82-100 species atau sekitar 38-42 pasang dengan estimasi jumlah populasi adalah 59-75 pasang di semua daerah yang disurvei;

- Anak elang jawa pada usia 8-30 minggu secara bertahap memiliki perilaku perkembagan seperti bergerak dari sarang sampai berburu mangsa dan semua perilaku mereka dibagi kedalam enam perkembangan perilaku utama anak elang jawa tersebut;.

- Perilaku tersebut dikategorikan dalam lima katagori utama (istirahat, bergerak, makan, menelepon dll) yang tumbuh bersamaan dengan perkembangan morfologi dan dipengaruhi oleh perawatan induknya;

- Penelitian ini juga mencatat elang jawa memangsa delapan jenis mamalia kecil, tiga spesies burung, dan tiga spesies reptil;

- Musim pengembangbiakan spesies ini direkam pada April-November dan berasumsi hal ini terjadi di setiap tahun;

- Elang jawa sering terlihat di hutan alami bukan tipe habitat lainnya. Tingginya persentase kontak pada hutan alam adalah menunjukkan ketergantungan yang tinggi dari spesies ke hutan alam;

- Sarang elang jawa telah terdeteksi di hutan alam pada pohon muncul di lereng 30-800 dpl.

- Keberadaan elang jawa dan habitatnya sangat terancam oleh aktivitas manusia seperti perambahan hutan, perburuan, dan perdagangan ilegal. Bencana alam yang terjadi di habitat elang jawa adalah kebakaran dan tanah longsor.

Copyright © 2012 Yayasan Pribumi Alam Lestari